shaza lastfriiend's (kerabat k0T4k)

Just another WordPress.com site

KERAJAAN TARUMANEGARA

pada 27 September 2011

KERAJAAN TARUMANEGARA

Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Pulau Jawa yang dipengaruhi agama dan kebudayaan Hindu. Letaknya di Jawa Barat dan diperkirakan berdiri kurang lebih abad ke 5 M. Raja yang memerintah pada saat itu adalah Purnawarman. Ia memeluk agama Hindu dan menyembah Dewa Wisnu.

Raja-Raja Tarumanegara

Tarusbawa taun 669 – 670 M

Sumber sejarah

Sumber sejarah mengenai Kerajaan Tarumanegara dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya dan berita-berita Cina. Prasasti yang
telah ditemukan sampai saat ini ada 7 buah. Berdasarkan prasasti inilah dapat diketahui bahwa kerajaan ini mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan Hindu.
Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dengan demikian, Kerajaan Tarumanegara seperti halnya Kerajaan Kutai mendapat pengaruh dari Kerajaan Hindu yang ada di India Selatan.

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara berdasarkan tempat
penemuannya, antara lain sebagai berikut.

1.) Prasasti Kebon Kopi

2.) Prasati Tugu

3.) Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak)

4.) Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

5.) Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak

6.) Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi, ini terletak di Kampung Muara Hilir, Cibungbulang (Bogor).

Prasasti ini terdapat gambar telapak kaki gajah Airawata yang disamakan dengan gajah milik Dewa Indra.

Prasati Tugu

Prasati Tugu, ditemukan di daerah Tugu (Jakarta). Prasasti ini merupakan prasasti terpanjang dari semua prasasti peninggalan Raja Purnawarman.

Di dalam prasasti ini di beritakan adanya sungai candrabaga yang telah dibuat atas perintah raja purnawarman. Dan adanya penggalian sungai gomati yang digali dalam waktu 21 hari mulai 8paropetang bulan palguna sampai 13 paropetang bulan citra dengan panjang 6211 tombak atau 11km. Selanjutnya diadakan selametan dengan memberikan hadiah 1000 ekor sapi kepada brahmana. Penggalian sungai Chandrabhaga dimaksudkan untuk
kepentingan pengairan pertanian, pencegah banjir, dan sebagai sarana transportasi
dari pesisir pantai ke pedalaman.

Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak)

Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak), ditemukan di daerah perkebunan Jambu sekitar 30 km sebelah barat Bogor.

Dalam prasasti ini terdapat sepasang telapak kaki yang dikatakan raja telah menaklukkan musuh, baju ziahnya tidak tembus senjata musuh.

Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

Prasasti Ciaruteun (Ciampea), ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun (Bogor) dekat muaranya dengan Cisadane.

Dalam prasasti ini terdapat sepasang telapak kaki raja purnawarman raja Tarumanegara yang disamakan dengan telapak kaki dewa wisnu, sehingga prasasti ini sering disebut prasasti sang Hyang Tapak

Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak

Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak, ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Lebak (Banten).

Bahwa raja Tarumanegara sebagai panji dan memberikan kutukan kepada siapa saja yang tidak taat.

Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten

Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten Kedua prasasti ini menggunakan aksara yang berbentuk ikal yang belum dapat di baca, ditemukan di Bogor.

Sumber lain yang menerangkan tentang Kerajaan

Tarumanegara dapat dilihat dari berita Cina berupa catatan perjalanan seorang penjelajah Cina bernama Fa-Hien pada awal abad ke-5 M. Dalam bukunya Fa-Kuo-Chi, ia membuat catatan bahwa di Ye-Po-Ti banyak dijumpai orang-orang Brahmana dan mereka yang beragama kotor atau buruk dan sedikit sekali dijumpai orang yang beragama Buddha. Menurut para ahli yang dimaksud Ye-Po-Ti adalah Jawadwipa atau Pulau Jawa atau Tarumanegara. Berita Cina lainnya berasal dari catatan Dinasti Sui, yang menerangkan bahwa telah datang utusan dari To-lo-mo (Taruma) untuk menghadap Kaisar di negeri Cina pada tahun 528, 535, 630, dan 669. Sesudah itu, nama To-lo-mo tidak terdengar lagi.

Gambar prasasti kebon kopi

Gambar prasasti tugu

 

Gambar Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

(by: heny indriastuti riza fauzi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: