shaza lastfriiend's (kerabat k0T4k)

Just another WordPress.com site

budaya politik di indonesia

pada 26 September 2011

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

Budaya politik terdiri dari dua kata, yaitu budaya dan politik. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dituliskan bahwa budaya adalah hasil pikiran akal budi manusia, adat istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sukar di ubah. Kebudayaan hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan  adat istiadat atau keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah laku manusia.

Menurut koentjaraningrat, berdasarkan tinjauan antropologi, kebudayaan adalah seluruh system gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan manusia, dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, kecuali tindakan naluri, reflek atau tindakan yang dilakukan dengan membabi buta akibat suatu proses fisiologi. Bahkan pada saat ini, beberapa tindakan naluri manusia sudah merupakan kebudayaan.

Ada 4 wujud kebudayaan yaitu:

  1. Kebudayaan dalam wujud artifac atau benda-benda fisik. Bersifat kongkrit, dapat dilihat dan mempunyai wujud fisik. Contohnya: piring, gelas, candi prambanan, dsb.
  2. Kebudayaan dalam wujud system atau tingkah laku atau tindakan yang berpola. Bersifat kongkrit, dapat dilihat dan mempunyai wujud fisik. Contohnya: menari, berbicara, tingkah laku melakukan suatu pekerjaan, dsb.
  3. Kebudayaan dalam wujud system gagasan.
  4. Kebudayaan dalam wujud system gagasan yang ideologis.

Bagi Williams yang dikutip oleh kuntowijoyo, (1999) budaya dalam sosiologi budaya terdiri dari tiga komponen pokok, yaitu lembaga-lembaga budaya, isi budaya, dan efek budaya atau norma-norma.

  1. Pengertian politik 

Pengertian istilah politik tidak lagi hanya Negara, tetapi lebih dari itu. Pengertian istilah politik sudah berkembang menjadi cara-cara atau upaya untuk mencapai tujuan. Hans kelsen mengatakan bahwa politik mempunyai dua arti, yakni:

  1. Politik sebagai ethiek, yakni berkenaan dengan tujuan manusia atau individu agar dapat hidup secara sempurna.
  2. Politik sebagai technik yakni berkenaan dengan cara (teknik) manusia atau individu untuk mencapai tujuan.

Pengertian politik minimal memiliki empat unsure, yaitu:

  1. Perumusan tujuan dari suatu kegiatan
  2. Perumusan cara-cara pelaksanaan untuk mencapai tujuan
  3. Mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat timbul akibat dari kegiatan tersebut
  4. Mempertimbangkan kewajiban-kewajiban yang dapat timbul akibat dari kegiatan tersebut

Selain mengandung pengertian manusia sebagai makhluk social, zoon politicon juga berarti manusia sebagai makhluk politik. Dengan cirri selalu hidup berorganisasi yang ditandai dengan adanya pembagian kerja untuk mewujudkan tujuan bersama. Tujuan berarti sesuatu yang berharga (nilai) yang akan dicapai. Harold lasswell memperinci ada delapan nilai yang dapat menjadi tujuan manusia sebagai insan politik, yaitu:

  1. Kekuasaan
  2. Pendidikan/penerangan
  3. Kekayaan
  4. Kesehatan
  5. Ketrampilan
  6. Kasih sayang
  7. Kejujuran dan keadilan
  8. Kesegaran
  1. Pengertian budaya politik
    1. Budaya politik adalah hasil akal budi manusia berupa kepercayaan, kebiasaan, dan adat istiadat yang sudah baku dan menjadi pedoman dalam merumuskan tujuan dan cara-cara mencapai tujuan.
    2. Dari tinjauan antropologi, budaya politik adalah suatu system gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan manusia, dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar dalam merumuskan tujuan dan cara-cara mencapai tujuan.

Point-point penting dari pengertian ini adalah masyarakat merujuk kepada Negara karena organisasi kemasyarakatan terbesar adalah Negara. Budaya politik berarti system gagasan dan tindakan dalam merumuskan dan mewujudkan tujuan Negara. Kehidupan bernegara dikenal ada 3 macam system politik, yaitu:

  1. System politik liberal

Tujuan system politik setiap Negara pada dasarnya sama, yaitu mewujudkan tujuan negaranya masing-masing, yakni mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman masyarakat Negaranya. Cara masyarakat liberal mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman adalah dengan mengutamakan kesejahteraan individual. Cara agar setiap individu sejahtera yaitu dengan memberi kebebasan kepada setiap orang untuk melakukan apa saja, sesuai keinginannya untuk mencapai kesejahteraannya.

  1. System politik komunis

Cara System politik ini mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, dan tentram adalah dengan mengutamakan kesejahteraan maasyarakat bila masyarakat sejahtera maka dengan sendirinya setiap individu akan hidup sejahtera. System ini sangat mengutamakan masyarakat dan mengabaikan individu. Tugas Negara adalahmewujudkan kesejahteraan masyarakat, Negara berperan sangat dominan dalam pencapai tujuan ini, untuk itu perlu ada penekanan terhadap kebebasan individu karena di khawatirkan dapat mengganggu usaha Negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

  1. System politik pancasila

Cara System politik ini mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, dan tentram adalah dengan menggunakan keseimbangan antara kesejahteraan individu dan masyarakat. System ini beranggapan, baik individu maupun masyarakatmemiliki peran yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan.

Tugas Negara adalah mensejahterakan masyarakat, tetapi jangansampai upaya itu membelenggu kebebasan individu. Negara juga memberi kebebasan kepada setiap individu untuk mencapai kesejahteraanya masing-masing tetapi jangan sampai kebebasan sampai merugikan kesejahteraan masyarakat.

  1. Dari tinjauan sosiologi budaya,  makna budaya politik dipahami dari 3 komponen pokok, yaitu: lembaga-lembaga politik, isi politik, serta efek atau norma-norma politik. Lembaga politik berkaitan dengan siapa menghasilkan produk politik, siapa mengkontrol dan bagaimana kontrol itu dilakukan. Isi politik berkaitan dengan apa yang dihasilkan lembaga politik. Efek atau norma politik berkaitan dengan siapa pelaku politik, apa yang dihasilkannya dan apa yang diharapkan dari proses politik itu. Lembaga politik merujuk pada supra struktur dan infra struktur politik.

–         Suprastruktur politik adalah lembaga Negara yang formal, yang keberadaannya diatur oleh konstitusi atau undang-undang Dasar. Suprastruktur politik Indonesia adalah lembaga Negara Indonesia yang formal, yang keberadaannya diatur oleh Undang-undang Dasar 1945. Suprastruktur politik Indonesia menurut UUD 1945 hasil amandemen, terdiri dari:

  1. Lembaga legislative, seperti DPR, DPD, MPR dan presiden
  2. Lembaga eksekutif, seperti presiden dan cabinet
  3. Lembaga yudikatif, seperti MA, MK, KY
  4. Lembaga inspektif, seperti BPK

–         Infrastruktur politik yaitu, suasana kehdupan politik rakyat yang terdapat di dalam masyarakat dan yang memberikan pengaruh terhadap tugas-tugas lembaga-lembaga Negara dalam suasana pemerintahan.

–         Infrastruktur politik Indonesia terdiri dari 5komponen yaitu:

  1. Partai politik
  2. Golongan kepentingan (interest group) contohnya: KORPRI, HKTI, dan KNIP
  3. Kelompok penekan (pressure group) contohnya: buruh yang berunjuk rasa, mahasiswa yang mogok makan, petani yang berdemonstrasi
  4. Alat komunikasi politik seperti radio, tv
  5. Tokoh-tokoh politik yang pendapatnya sangat mempengaruhi cara berfikir dan sikap rakyat.

Pelaku politik adalah semua rakyat, penduduk, dan warga Negara suatu Negara suprastruktur dan infrastruktur politik. Pada umumya para pelaku politik berpartisipasi dalam kehidupan politik Negara dengan tujuan Negara sesuai dengan kepentingan diri dan kelompokknya. Cara-cara mempengaruhi kebijakan politik Negara itu harus sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku dalam Negara demi terwujudnya ketertiban dalam mewujudkan tujuan nasional.

TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA

Budaya politik Indonesia berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia ide dan gagasan politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia diantaranya adalah:

  1. Tipe filsafat budaya pancasila

Ide filsafat politik masyarakat Indonesia berlandaskan filsafat pancasila. Pancasila sebagai filsafat Negara berfungsi sebagai dasar Negara dan pandangan hidup. Pancasila sebagai dasaar Negara merupakan suatu system hierarkhis, artinya sila-sila pancasila memiliki tata urutan yang tetap sesuai dengan nilai-nilai keuniversalannya.

  1. Tipe hukum politik Indonesia

System hukum Indonesia meliputi hukum dasar tertulis dan hukum dasar tidak tertulis. Hukum dasar tertulis Indonesia adalah undang-undang dasar 1945, mengatur penyelenggaraan Negara dan pemerintahan serta jaminan terhadap hak asasi manusia. Ide-ide politik bernegara yang dikandung didalamnya meliputi:

  • Bentuk Negara Indonesia adalah kesatuan(untaris) seperti tertulis dalam pokok pikiran pertama dan alenia 4 pembukaan UUD 1945 serta pasal 1 ayat 1 UUD 1945. Pada pasal 18 ayat 1-7 UUD 1945 ditegaskan bahwa Negara Indonesia menganut Negara kesatuan dengan system desentralisasi.  Negara kesatuan system desentralisaasi adalah bentuk Negara dimana pemerintah pusat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara memberikan sebagian kekuasaan kepada daerah-daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Maju mundurnya daerah lebih di tentukan oleh partisipasi rakyat daerah dan kemampuan pemerintahdaerah dan DPRD dalam mengelola daerahnya. Pemerintah pusat tidak lagi memegang seluruh urusan pemerintahan, melainkan hanya urusan yang pokok saja, seperti urusan pemerintahan umum, politik, keuangan dan hubungan luar negeri.
  • Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republic dasar hukumnya adalah pasal 6A, pasal 6A ayat 3 dan pasal 7 UUD 1945. Republic yaitu bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang presiden, menjabat karena dipilih untuk jangka waktu tertentu.
  • System pemerintahan Indonesia adalah presidensial. Dasar hukumnya adalah pasal 4 ayat 1, pasal 17 ayat 1-4 UUD 1945. System pemerintahan presidensial adalah suatu system pemerintahan dimana presiden bertanggung jawab dalam pelaksaan tugasnya kepada parlemen. Pada system ini cabinet yang dipilih presiden tidak dapat dijatuhkan parlemen sewaktu-waktu karena para mentri berperan sebagai pembantu presiden yang diangkat dan bertanggung jawab kepada presiden.
  • Jaminan terhadap hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia secara kodrat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia bersifaat universal, yakni diberlakukan dengan persepsi yang sama di seluruh dunia.
  1. Ide politik mengenai pemilihan umum Indonesia.

Pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia berdasarkan system porposional dengan menggunakan system daftar.

  1. Ide politik mengenai kepartaian Indonesia

Ide politik mengenai kepartaian yang dianut di Indonesia adalh system multi partai. System ini dianggap sangat demokrtatis karena keanekaragaman dalam masyarakat baik dalam suku bangsa, agama, social budaya, ekonomi dan politik tersalurkan dengan baik melalui pembentukan partai politik yang cukup banyak. System ini biasanya digandengkan dengan system pemerintahan parlementer, tetapi di Indonesia system ini digandengkan dengan system pemerintahan presidensiil yang dipandang cukup menjamin stabilitas pemerintahan.

  1. Ide politik mengenai kehidupan social budaya masyarakat Indonesia

Ide politik mengenai kehidupan social budaya masyarakat Indonesia adalah kekeluargaan dan gotong royong. Kekeluargaan merupakan prinsip hidup bersama yang dilandasi sikap saling menghargai, menghormati, dan menyayangi. Gotong royong merupakan prinsip kerjasama masyarakat Indonesia. Penerapan gotong royong sangat nyata ketika masyarakat memelihara kebersihan lingkungan sekitarnya.

  1. Ide politik mengenai perekonomian Indonesia

Ide politik mengenai perekonomian masyarakt Indonesia adalah system ekonomi pancasila yang memperlakukan manusia sebagai  makhluk individu dan social secara seimbang. Hak pribadi diakui tetapi penggunaanya tidak boleh merugikan masyarakat, yang diutamakan adalah kesejahteraan seluruh masyarakat dengan melibatkan peran serta seluruh masyarakat.

Demokrasi ekonomi pancasila miliki ciri-ciri positif yaitu:

–         Perekonomian disusun  sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

–         Cabang-cabang produksi yang paling penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

–         Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

–         Sumber kekayaan dan kemakmuran Negara dipergunakan dengan permufakatan lembaga perwakilan.

–         Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang antara daerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayagunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam rangka perwujudan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

–         Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi manusia.

–         Hk milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

–         Potensi dan daya kreasi setiap warga Negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Demokrasi ekonomi pancasila miliki ciri-ciri negative yang harus dihindari yaitu:

–         System free fight liberalism yang membutuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. Dalam sejarahnya system ini menimbulkan kelemahan structural ekonomi nasional dan posisi Indonesia delam perekonomian dunia.

–         System etetisme dalam arti Negara beserta aparatur Negara bersifat  dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sector Negara.

–         Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu  kelompok dalam berbgai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan social.

Budaya politik tidak hanya menyangkut ide dan gagasan politik, tetapi juga sangat berkaitan dengan sikap dan partisipasi politik. Pengertian sikap politik adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isu-isu.

 

 

(by: heny indriastuti riza fauzi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: