shaza lastfriiend's (kerabat k0T4k)

Just another WordPress.com site

Baiuanggara's Blog

Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan (incompressible flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).

Aliran Tak-termampatkan

Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut. Contoh fluida tak-termampatkan adalah: air, berbagai jenis minyak, emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut:

 p + \rho g h + \frac{1}{2}\rho v^2 = konstan \,

di mana:

v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadapa suatu referensi
p = tekanan fluida
ρ = densitas fluida

Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut:

  • Aliran bersifat tunak (steady state)
  • Tidak terdapat gesekan

Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:

 p_1 + \rho g h_1 + \frac{1}{2}\rho v_1^2 = p_2 + \rho g h_2 + \frac{1}{2}\rho v_2^2
Contoh soal :
Pada sebuah pesawat ketebalan sayap pesawat adalah 30 cm. Sedangkan kecepatan udara di atas sayap 300 m/s dan di…

Lihat pos aslinya 625 kata lagi

Tinggalkan komentar »

PEMBAGIAN TAUHID

PEMBAGIAN ILMU TAUHID

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah Ta’ala dalam penciptaan, kekuasaan, dan pengaturan dan Maha kuasa atas segala sesuatu. Hal ini wajib diimani oleh setiap muslim.

Allah ta’ala berfirman (QS. Al-Fatihah, 2):

Artinya: Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam”.

Maksudnya  Keyakinan hamba bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan seluruh ciptaan ini dengan sendiri, dan pengakuan bahwa Allah lah satu-satunya Dzat yang mengatur semua ciptaan ini, Yang memiliki alam semesta, Yang menghidupkan seluruh kehidupan dan Yang mematikan seluruh kematian.

Termasuk dalam Tauhid Rububiyah adalah iman dan Qadla’ dan Qadarnya. Maka Tauhid Rububiyah merupakan landasan awal dari Tauhid-tauhid yang lain.

Tauhid rububiyah yaitu mengesakan Allah SWT dalam segala perbuatan-Nya dgn meyakini bahwa Dia sendiri yg menciptakan segenap makhluk. Allah SWT berfirman Allah menciptakan segala sesuatu. {Q.S. Az-Zumar 62}.

“Artinya : Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu”.

Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri.

Dialah penguasa alam dan pengatur semesta Dia yg mengangkat dan menurunkan Dia Yang memuliakan dan menghinakan Mahakuasa atas segala sesuatu Yang mengatur rotasi siang dan malam Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Allah SWT berfirman Katakanlah ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.

Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab.

Allah telah menafikan sekutu atau pembantu dalam kekuasaan-Nya sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberian rezeki. Inilah ciptaan Allah maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan selain Allah swt atau siapakah dia ini yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya.

Allah menyatakan pula tentang keesaan-Nya dalam rububiyah-Nya atas segala alam semesta. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa lalu Dia bersemeyam di atas Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat dan matahari bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam.

Allah ta’ala juga berfirman: ( Q.S Yunus, 31 )

Artinya: Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

Kaum musyrikin mengakui bahwa Allahlah yang telah menciptakan Alam ini dan mengaturnya, sehingga mereka dikatakan memilki tauhid rububiyah tetapi mereka tidak dikatakan beriman karena mengingkari tauhid Uluhiyah.

Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah, maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tauhid Uluhiyah

Tauhid Uluhiyah Artinya, mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala pekerjaan hamba, yang dengan cara itu mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila hal itu disyari’atkan oleh-Nya, seperti berdo’a, khauf (takut), raja’ (harap), mahabbah (cinta), dzabh (penyembelihan), bernadzar, isti’anah (minta pertolongan), isthighotsah (minta pertolongan di saat sulit), isti’adzah (meminta perlindungan) dan segala apa yang disyari’atkan dan diperintahkan Allah Azza wa Jalla dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

Semua ibadah ini dan lainnya harus dilakukan hanya kepada Allah semata dan ikhlas karena-Nya. Dan tidak boleh ibadah tersebut dipalingkan kepada selain Allah.

Sebagian ulama mendefinisikan Tauhid Uluhiyah sebagai puncak rasa cinta dan keta’atan kepada Allah. Dengan Tauhid Uluhiyah ini seorang hamba bisa disebut muslim, karena telah melaksanakan perintah-perintah agama, yaitu ibadah. Maka bisa dikatakan bahwa bentuk lahir dari Tauhid Uluhiyah adalah menjalankan rukun-rukun Islam. Seorang hamba bisa saja telah mencapai Tauhid Rububiyah, namun belum mencapai Tauhid Uluhiyah, seperti seseorang yang telah mempercayai keberadaan Allah namun belum mau menegakkan rukun-rukun Islam.Hal ini sebagaimana firman Allah (QS. Al Imran: 18)

Artinya: Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu[188] (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Dimana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rosul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy.

Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu dalam (QS. Shaad: 5)

 “Artinya: mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan”.

Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan Rosul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.

Orang-orang musyrik tetap saja mengingkarinya. Mereka masih saja mengambil sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menyembah, meminta bantuan dan pertolongan kepada tuhan-tuhan itu dengan menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Pengambilan tuhan-tuhan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik ini telah dibatalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bukti bahwa Tuhan-tuhan yang diambil itu tidak mempunyai keistimewaan Uluhiyah sedikit pun, karena mereka adalah makhluk, tidak dapat menciptakan, tidak dapat menarik kemanfaatan, tidak dapat menolak bahaya, tidak dapat menghidupkan dan mematikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: (Al-Fur-qaan: 3)

“Artinya :Mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengam-bil) sesuatu kemanfaatan pun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.”

TAUHID ASMA’ WA SIFAT

   Tauhid  Asma’ wa Sifat yaitu kepercayaan bahwa Allah mempunyai nama dan sifat yang sempurna, dengan mengakui dan mempercayai nama-nama dan sifat-sifat Allah yang tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an dan yang diceritakan oleh Nabinya Muhammad s.a.w. Tauhid Asma’ Sifat lebih merupakan persepsi hamba terhadap Tuhannya dengan pengakuan bahwa Tuhannya adalah yang Maha Sempurna. Iman kepada Asma’ul Husna adalah

termasuk dalam Tauhid ini. Sebagaimana firman-Nya (Al-Hasyr: 24)

Artinya :Dialah Alloh Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, hanya bagi Dialah Asmaaul Husna.

Tauhid ini mengandung dua rukun penting:

  1. Penetapan, yang dimaksud adalah menetapkan bagi Allah Ta’ala seluruh nama dan sifat-Nya. Maka tidaklah kita menetapkan nama bagi Allah Ta’ala kecuali dengan nama yang Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula tidaklah kita menetapkan sifat bagi Allah Ta’ala kecuali dengan sifat yang Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Peniadaan, yang dimaksud adalah meniadakan dari Allah Ta’ala seluruh nama dan sifat yang telah ditiadakan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Termasuk di dalamnya, meniadakan semua penyerupaan dengan nama dan sifat Allah dengan nama dan sifat makhluk.
    Barangsiapa tidak mau menetapkan bagi Allah Ta’ala sesuatu yang sudah Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya berarti dia mu’aththil (seorang penolak) dan penolakannya serupa dengan penolakan Fir’aun. Sebab seorang yang tidak mau menetapkan nama dan sifat bagi Allah Ta’ala berarti dia telah meniadakan Allah Ta’ala sebagaimana Fir’aun yang tidak mengimani keberadaan Allah Ta’ala. Demikian pula barangsiapa yang mau menetapkan saja tapi dia menyerupakan nama dan sifat Allah tersebut dengan nama dan sifat makhluk berarti dia menyamai kaum musyrikin yang mengibadahi selain Allah Ta’ala. Sebab seorang yang menyerupakan nama dan sifat Allah Ta’ala dengan sesuatu yang ada pada makhluk, pada hakikatnya dia mengibadahi sesuatu selain Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala tidak sama dengan makhluk-Nya. Dan barangsiapa yang menetapkan sesuatu yang sudah Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya tanpa menyerupakannya dengan makhluk maka berarti dia seorang muwahhid (seorang yang bertauhid).
    Kedua rukun ini berlandaskan pada dalil syariat dan akal.

Adapun dalil dari syariat, di antaranya adalah firman Allah Ta’ala(Al-A’raf:180)

180. hanya milik Allah asmaa-ul husna, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, (An-Nahl: 74)

 Artinya :Maka janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Sedangkan dalil dari logika yaitu kita mengatakan bahwa berbicara tentang nama dan sifat Allah Ta’ala termasuk pemberitaan yang tak mungkin akal kita mampu untuk mengetahui rinciannya tanpa tuntunan wahyu. Oleh karena itu, seharusnya kita mencukupkan diri dengan setiap yang diberitakan oleh wahyu saja dan tidak melampauinya.

Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh RasulNya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada RasulNya.

Maka barangsiapa yang meng-ingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamakan Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya, atau men-ta’wil-kan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya.

TAUHID ASMA’ WA SIFAT ADALAH SEPARUH BAB IMAN KEPADA ALLAH

Bagi seorang muslim, sungguh sangat jelas pentingnya iman kepada Allah. Karena, rukun tersebut merupakan rukun iman pertama, bahkan terbesar. Rukun-rukun selainnya mengikut kepadanya dan cabang dari padanya. Itulah tujuan diciptakan makhluk, diturunkan kitab-kitab, diutus dan rasul-rasul, serta agama ini dibangun di atasnya. Jadi, iman kepada Allah merupakan asas segala kebajikan dan sumber hidayah serta sebab segala kebahagiaan.
Yang demikian itu, karena manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan dipelihara, segala ilmu dan amalnya kembali (tergantung) kepada pencipta dan pemeliharanya. DariNya-lah petunjuk, untukNya beramal, dan kepadaNya akan dikembalikan. Manusia tidak bisa bebas dariNya. Berpaling dariNya, berarti kebinasaan dan kehancuran itu sendiri.

Seorang hamba tidak akan mendapat kebaikan dan tidak pula kebahagiaan, kecuali dengan mengenal Rabb-nya dan beribadah kepadaNya. Bila ia melakukan yang demikian itu, maka itulah puncak yang dikehendakiNya, yaitu untukNya ia diciptakan. Adapun selain itu, mungkin suatu yang utama dan bermanfaat, atau keutamaan yang tidak ada manfaatnya, atau suatu tambahan yang membahayakan. Oleh karena itulah, dakwah para rasul kepada ummatnya adalah (menyeru) untuk beriman kepada Allah dan beribadah kepadaNya.

BY: HENY INDRIASTUTI RIZA FAUZI

Tinggalkan komentar »

JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel

Pengertian jaringan epitel

  • Merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh, organ tubuh atau permukaan saluran tubuh hewan.
  • Jaringan epitel terdiri dari susunan sel-sel yang letaknya berdekatan dan disatukan oleh bahan sel.

Fungsi jaringan epitel

  • 1. PROTEKSI, melindungi jaringan di bawahnya
  • 2.ABSORPSI, menyerap zat-zat, mis. pd usus.
  • 3.SEKRESI, mengeluarkan & menghasilkan zat-zat yg
  • berguna bagi tubuh, mis. kelenjar
  • 4.SENSASI, rangsang sensorik menembus sel epitel yg
  • memiliki reseptor/ujung-ujung saraf sensorik
  • 5.EKSKRESI, mengeluarkan zat-zat yg sudah tdk berguna,
  • mis. Epitel pd ginjal & kelenjar keringat
  • 6.FILTRASI, menyaring zat-zat,
  • mis. Dinding kapiler darah & kapsula bowman pd ginjal
  • 7.DIFUSI, memperantarai difusi gas, cairan, & zat gizi
  • 8.PEMBERSIH, epitel bersilia membantu membersihkan
  • partikel & benda asing yg masuk ke saluran

Berdasarkan bentuknya jaringan epitel dibedakan menjadi

v  jaringan epitel berbentuk kubus

v   jaringan epitel berbentuk pipih

v   jaringan epitel berbentuk silindris

Berdasarkan susunan jaringan epitel dibedakan menjadi

  • jaringan epitel selapis
  •  jaringan epitel berlapis banyak

Macam-macam jaringan epitel berdasarkan bentuk dan susunan selnya

  • Jaringan  epitel pipih selapis/ jaringan epitel berlapis tunggal
  • Jaringan  epitel berlapis banyak
  • Jaringan  epitel kubus selapis
  • Jaringan  epitel kubus berlapis banyak
  • Jaringan epitel silindris selapis
  • Jaringan  epitel silindris berlapis banyak
  • Jaringan  epitel silindris bersilia
  • Jaringan epitel transisional
  • Jaringan  kelenjar

Jaringan epitel pipih selapis/ jaringan epitel berlapis tunggal

  • Disusun oleh selapis sel berbentuk pipih
  • Bentuk sel: gepeng dan tipis
  • Selnya bersifat semipermeabel (hanya dapat dilewati oleh molekul yang ukurannya kecil)
  • Lokasi: pada pembuluh darah dan jantung, pembuluh limfe, dan alvelous (gelembung paru-paru), saluran ekskresi
  • Fungsi: absorbsi, filtrasi, difusi gas(pertukaran 02 dan C02

Jaringan epitel berlapis banyak

  • Bentuk selnya pipih/gepeng, berlapis-lapis
  • Lokasi: pada sekitar rongga mulut, kerongkongan, sekitar anus, epidermis/kulit luar dan vagina
  • Fungsi: sebagai perlindungan/proteksi

Jaringan epitel kubus selapis

  • Disusun oleh selapis sel berbentuk kubus
  • Lokasi: pada permukaan lensa mata, permukaan retina, permukaan ovarium, tubula ginjal dan kebanyakan kelenjar dan salurannya
  • Fungsi:  sebagai sekresi ginjal dan absorbsi zat

Jaringan epitel kubus berlapis banyak

  • Bentuk senya kubus berlapis-lapis
  • Lokasi: pada saluran kelenjar minyak, kelenjar keringat, ovarium, dan testis
  • Fungsi: berperan dalam proses sekresi

Jaringan epitel silindris selapis

  • Disusun oleh selapis sel berbentuk silindris
  • Lokasi: pada lambung, villus (jonjot-jonjot usus halus), kelenjar pencernaan, uterus (rahim), kantong empedu
  • Fungsi: sekresi, absorbsi, proteksi, melicinkan dan meminyaki, membersihkan dan memindahkan zat asing

Jaringan epitel silindris berlapis banyak

  • Bentuknya silindris berlapis-lapis pada permukaan bawah
  • Lokasi: pada permukaan laring, bagian-bagian faring, pada kelenjar ludah, kelenjar susu, dan uretra
  • Fungsi: sekresi dan memudahkan gerak

Jaringan epitel silindris bersilia

  • Bentuk: silindris, dan bersilia
  • Lokasi: batang tenggorokan (trakea), saluran pernapasan, saluran reproduksi pria, dan rongga hidung
  • Fungsi: sebagai proteksi, sekresi, dan memudahkan gerak

Jaringan epitel transisional

  • Jaringan yang mengalami perubahan bentuk
  • Lokasi ginjal/ren, ureter, kandung kemih, saluran kencing/ uretra
  • Fungsi: memungkinkan perubahan bentuk

Jaringan  kelenjar

  • Lokasi: kelenjaar telinga, kelenjar susu, kelenjar minyak, kelenjar pencernaa, dan kelenjar harmon
  • Fungsi: sekresi, penyimpanan zat, sintesis

(BY: heny indriastuti riza fauzi)

Tinggalkan komentar »

jaringan dasar atau jaringan parenkim

JARINGAN DASAR ATAU JARINGAN PARENKIM

merupakan jaringan dasar yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Disebut sebagi jaringan dasar karena sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

Ciri-ciri jaringan parenkim

—  Terdiri dari sel-sel hidup yang berukuran besar dan berdinding tipis.

—  Bentuk sel parenkim segi enam.

—  Memiliki banyak vakuola.

—  Memiliki ruang antar sel sehingga letaknya tidak rapat.

 

Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:

—  Parenkim asimilasi (klorenkim).

—  Parenkim penimbun.

—  Parenkim air

—  Parenkim penyimpan udara (aerenkim)

 

  1. Parenkim asimilasi (klorenkim)

adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis. misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau.

  1. Parenkim penimbun

adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang berupa gula, tepung, lemak  atau protein.

  1. Parenkim air

adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit) misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya.

  1. Parenkim udara (aerenkim)

adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit. misalnya parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok.

Berdasarkan bentuknya, parenkim di bedakan menjadi empat yaitu:

—  Parenkim palisade

—  Parenkim bunga karang

—  Parenkim bintang

—  Parenkim lipatan

 

1.) Parenkim palisade

Merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel panjang, tegak, mengandunga banya kloroplas.

2.) Parenkim bunga karang

Juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun. Bentuk dan ukuran parenkim ini tak teratur dengan ruang antar sel yang lebih besar.

3.) Parenkim bintang

Berbentuk seperti bintang bersambungan ujungnya. Misalnya pada tangkai daun canna sp

4.) Parenkim lipatan

Dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas. Misalnya pada mesofil daun pinus dan padi.

FUNGSI JARINGAN PARENKIM

v Untuk memperkuat jaringan-jaringan yang lain.

v Sebagai tempat berlangsungnya aktivitas tumbuhan.

v Sebagai tempat cadangan makanan.

v Sebagai tempat asimilasi.

v Sebagai tempat difusi gas/pertukaran gas.

 

(by:heny indriastuti riza fauzi)

Tinggalkan komentar »

KERAJAAN TARUMANEGARA

KERAJAAN TARUMANEGARA

Sejarah Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua di Pulau Jawa yang dipengaruhi agama dan kebudayaan Hindu. Letaknya di Jawa Barat dan diperkirakan berdiri kurang lebih abad ke 5 M. Raja yang memerintah pada saat itu adalah Purnawarman. Ia memeluk agama Hindu dan menyembah Dewa Wisnu.

Raja-Raja Tarumanegara

Tarusbawa taun 669 – 670 M

Sumber sejarah

Sumber sejarah mengenai Kerajaan Tarumanegara dapat diketahui dari prasasti-prasasti yang ditinggalkannya dan berita-berita Cina. Prasasti yang
telah ditemukan sampai saat ini ada 7 buah. Berdasarkan prasasti inilah dapat diketahui bahwa kerajaan ini mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan Hindu.
Prasasti itu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Dengan demikian, Kerajaan Tarumanegara seperti halnya Kerajaan Kutai mendapat pengaruh dari Kerajaan Hindu yang ada di India Selatan.

Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara berdasarkan tempat
penemuannya, antara lain sebagai berikut.

1.) Prasasti Kebon Kopi

2.) Prasati Tugu

3.) Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak)

4.) Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

5.) Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak

6.) Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten

Prasasti Kebon Kopi

Prasasti Kebon Kopi, ini terletak di Kampung Muara Hilir, Cibungbulang (Bogor).

Prasasti ini terdapat gambar telapak kaki gajah Airawata yang disamakan dengan gajah milik Dewa Indra.

Prasati Tugu

Prasati Tugu, ditemukan di daerah Tugu (Jakarta). Prasasti ini merupakan prasasti terpanjang dari semua prasasti peninggalan Raja Purnawarman.

Di dalam prasasti ini di beritakan adanya sungai candrabaga yang telah dibuat atas perintah raja purnawarman. Dan adanya penggalian sungai gomati yang digali dalam waktu 21 hari mulai 8paropetang bulan palguna sampai 13 paropetang bulan citra dengan panjang 6211 tombak atau 11km. Selanjutnya diadakan selametan dengan memberikan hadiah 1000 ekor sapi kepada brahmana. Penggalian sungai Chandrabhaga dimaksudkan untuk
kepentingan pengairan pertanian, pencegah banjir, dan sebagai sarana transportasi
dari pesisir pantai ke pedalaman.

Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak)

Prasasti Pasir Jambu (Koleangkak), ditemukan di daerah perkebunan Jambu sekitar 30 km sebelah barat Bogor.

Dalam prasasti ini terdapat sepasang telapak kaki yang dikatakan raja telah menaklukkan musuh, baju ziahnya tidak tembus senjata musuh.

Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

Prasasti Ciaruteun (Ciampea), ditemukan di tepi Sungai Ciaruteun (Bogor) dekat muaranya dengan Cisadane.

Dalam prasasti ini terdapat sepasang telapak kaki raja purnawarman raja Tarumanegara yang disamakan dengan telapak kaki dewa wisnu, sehingga prasasti ini sering disebut prasasti sang Hyang Tapak

Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak

Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak, ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Lebak (Banten).

Bahwa raja Tarumanegara sebagai panji dan memberikan kutukan kepada siapa saja yang tidak taat.

Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten

Prasasti Pasir Awi dan Prasasti Muara Cianten Kedua prasasti ini menggunakan aksara yang berbentuk ikal yang belum dapat di baca, ditemukan di Bogor.

Sumber lain yang menerangkan tentang Kerajaan

Tarumanegara dapat dilihat dari berita Cina berupa catatan perjalanan seorang penjelajah Cina bernama Fa-Hien pada awal abad ke-5 M. Dalam bukunya Fa-Kuo-Chi, ia membuat catatan bahwa di Ye-Po-Ti banyak dijumpai orang-orang Brahmana dan mereka yang beragama kotor atau buruk dan sedikit sekali dijumpai orang yang beragama Buddha. Menurut para ahli yang dimaksud Ye-Po-Ti adalah Jawadwipa atau Pulau Jawa atau Tarumanegara. Berita Cina lainnya berasal dari catatan Dinasti Sui, yang menerangkan bahwa telah datang utusan dari To-lo-mo (Taruma) untuk menghadap Kaisar di negeri Cina pada tahun 528, 535, 630, dan 669. Sesudah itu, nama To-lo-mo tidak terdengar lagi.

Gambar prasasti kebon kopi

Gambar prasasti tugu

 

Gambar Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

(by: heny indriastuti riza fauzi)

Tinggalkan komentar »

budaya politik di indonesia

BUDAYA POLITIK DI INDONESIA

Budaya politik terdiri dari dua kata, yaitu budaya dan politik. Dalam kamus besar bahasa Indonesia dituliskan bahwa budaya adalah hasil pikiran akal budi manusia, adat istiadat, sesuatu mengenai kebudayaan yang sukar di ubah. Kebudayaan hasil kegiatan dan penciptaan batin manusia seperti kepercayaan, kesenian dan  adat istiadat atau keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah laku manusia.

Menurut koentjaraningrat, berdasarkan tinjauan antropologi, kebudayaan adalah seluruh system gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan manusia, dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Hampir semua tindakan manusia adalah kebudayaan, kecuali tindakan naluri, reflek atau tindakan yang dilakukan dengan membabi buta akibat suatu proses fisiologi. Bahkan pada saat ini, beberapa tindakan naluri manusia sudah merupakan kebudayaan.

Ada 4 wujud kebudayaan yaitu:

  1. Kebudayaan dalam wujud artifac atau benda-benda fisik. Bersifat kongkrit, dapat dilihat dan mempunyai wujud fisik. Contohnya: piring, gelas, candi prambanan, dsb.
  2. Kebudayaan dalam wujud system atau tingkah laku atau tindakan yang berpola. Bersifat kongkrit, dapat dilihat dan mempunyai wujud fisik. Contohnya: menari, berbicara, tingkah laku melakukan suatu pekerjaan, dsb.
  3. Kebudayaan dalam wujud system gagasan.
  4. Kebudayaan dalam wujud system gagasan yang ideologis.

Bagi Williams yang dikutip oleh kuntowijoyo, (1999) budaya dalam sosiologi budaya terdiri dari tiga komponen pokok, yaitu lembaga-lembaga budaya, isi budaya, dan efek budaya atau norma-norma.

  1. Pengertian politik 

Pengertian istilah politik tidak lagi hanya Negara, tetapi lebih dari itu. Pengertian istilah politik sudah berkembang menjadi cara-cara atau upaya untuk mencapai tujuan. Hans kelsen mengatakan bahwa politik mempunyai dua arti, yakni:

  1. Politik sebagai ethiek, yakni berkenaan dengan tujuan manusia atau individu agar dapat hidup secara sempurna.
  2. Politik sebagai technik yakni berkenaan dengan cara (teknik) manusia atau individu untuk mencapai tujuan.

Pengertian politik minimal memiliki empat unsure, yaitu:

  1. Perumusan tujuan dari suatu kegiatan
  2. Perumusan cara-cara pelaksanaan untuk mencapai tujuan
  3. Mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat timbul akibat dari kegiatan tersebut
  4. Mempertimbangkan kewajiban-kewajiban yang dapat timbul akibat dari kegiatan tersebut

Selain mengandung pengertian manusia sebagai makhluk social, zoon politicon juga berarti manusia sebagai makhluk politik. Dengan cirri selalu hidup berorganisasi yang ditandai dengan adanya pembagian kerja untuk mewujudkan tujuan bersama. Tujuan berarti sesuatu yang berharga (nilai) yang akan dicapai. Harold lasswell memperinci ada delapan nilai yang dapat menjadi tujuan manusia sebagai insan politik, yaitu:

  1. Kekuasaan
  2. Pendidikan/penerangan
  3. Kekayaan
  4. Kesehatan
  5. Ketrampilan
  6. Kasih sayang
  7. Kejujuran dan keadilan
  8. Kesegaran
  1. Pengertian budaya politik
    1. Budaya politik adalah hasil akal budi manusia berupa kepercayaan, kebiasaan, dan adat istiadat yang sudah baku dan menjadi pedoman dalam merumuskan tujuan dan cara-cara mencapai tujuan.
    2. Dari tinjauan antropologi, budaya politik adalah suatu system gagasan, rasa, tindakan, dan karya yang dihasilkan manusia, dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar dalam merumuskan tujuan dan cara-cara mencapai tujuan.

Point-point penting dari pengertian ini adalah masyarakat merujuk kepada Negara karena organisasi kemasyarakatan terbesar adalah Negara. Budaya politik berarti system gagasan dan tindakan dalam merumuskan dan mewujudkan tujuan Negara. Kehidupan bernegara dikenal ada 3 macam system politik, yaitu:

  1. System politik liberal

Tujuan system politik setiap Negara pada dasarnya sama, yaitu mewujudkan tujuan negaranya masing-masing, yakni mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman masyarakat Negaranya. Cara masyarakat liberal mewujudkan kebahagiaan, kesejahteraan, dan ketentraman adalah dengan mengutamakan kesejahteraan individual. Cara agar setiap individu sejahtera yaitu dengan memberi kebebasan kepada setiap orang untuk melakukan apa saja, sesuai keinginannya untuk mencapai kesejahteraannya.

  1. System politik komunis

Cara System politik ini mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, dan tentram adalah dengan mengutamakan kesejahteraan maasyarakat bila masyarakat sejahtera maka dengan sendirinya setiap individu akan hidup sejahtera. System ini sangat mengutamakan masyarakat dan mengabaikan individu. Tugas Negara adalahmewujudkan kesejahteraan masyarakat, Negara berperan sangat dominan dalam pencapai tujuan ini, untuk itu perlu ada penekanan terhadap kebebasan individu karena di khawatirkan dapat mengganggu usaha Negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

  1. System politik pancasila

Cara System politik ini mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, dan tentram adalah dengan menggunakan keseimbangan antara kesejahteraan individu dan masyarakat. System ini beranggapan, baik individu maupun masyarakatmemiliki peran yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan.

Tugas Negara adalah mensejahterakan masyarakat, tetapi jangansampai upaya itu membelenggu kebebasan individu. Negara juga memberi kebebasan kepada setiap individu untuk mencapai kesejahteraanya masing-masing tetapi jangan sampai kebebasan sampai merugikan kesejahteraan masyarakat.

  1. Dari tinjauan sosiologi budaya,  makna budaya politik dipahami dari 3 komponen pokok, yaitu: lembaga-lembaga politik, isi politik, serta efek atau norma-norma politik. Lembaga politik berkaitan dengan siapa menghasilkan produk politik, siapa mengkontrol dan bagaimana kontrol itu dilakukan. Isi politik berkaitan dengan apa yang dihasilkan lembaga politik. Efek atau norma politik berkaitan dengan siapa pelaku politik, apa yang dihasilkannya dan apa yang diharapkan dari proses politik itu. Lembaga politik merujuk pada supra struktur dan infra struktur politik.

–         Suprastruktur politik adalah lembaga Negara yang formal, yang keberadaannya diatur oleh konstitusi atau undang-undang Dasar. Suprastruktur politik Indonesia adalah lembaga Negara Indonesia yang formal, yang keberadaannya diatur oleh Undang-undang Dasar 1945. Suprastruktur politik Indonesia menurut UUD 1945 hasil amandemen, terdiri dari:

  1. Lembaga legislative, seperti DPR, DPD, MPR dan presiden
  2. Lembaga eksekutif, seperti presiden dan cabinet
  3. Lembaga yudikatif, seperti MA, MK, KY
  4. Lembaga inspektif, seperti BPK

–         Infrastruktur politik yaitu, suasana kehdupan politik rakyat yang terdapat di dalam masyarakat dan yang memberikan pengaruh terhadap tugas-tugas lembaga-lembaga Negara dalam suasana pemerintahan.

–         Infrastruktur politik Indonesia terdiri dari 5komponen yaitu:

  1. Partai politik
  2. Golongan kepentingan (interest group) contohnya: KORPRI, HKTI, dan KNIP
  3. Kelompok penekan (pressure group) contohnya: buruh yang berunjuk rasa, mahasiswa yang mogok makan, petani yang berdemonstrasi
  4. Alat komunikasi politik seperti radio, tv
  5. Tokoh-tokoh politik yang pendapatnya sangat mempengaruhi cara berfikir dan sikap rakyat.

Pelaku politik adalah semua rakyat, penduduk, dan warga Negara suatu Negara suprastruktur dan infrastruktur politik. Pada umumya para pelaku politik berpartisipasi dalam kehidupan politik Negara dengan tujuan Negara sesuai dengan kepentingan diri dan kelompokknya. Cara-cara mempengaruhi kebijakan politik Negara itu harus sesuai dengan norma-norma masyarakat yang berlaku dalam Negara demi terwujudnya ketertiban dalam mewujudkan tujuan nasional.

TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA

Budaya politik Indonesia berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia ide dan gagasan politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia diantaranya adalah:

  1. Tipe filsafat budaya pancasila

Ide filsafat politik masyarakat Indonesia berlandaskan filsafat pancasila. Pancasila sebagai filsafat Negara berfungsi sebagai dasar Negara dan pandangan hidup. Pancasila sebagai dasaar Negara merupakan suatu system hierarkhis, artinya sila-sila pancasila memiliki tata urutan yang tetap sesuai dengan nilai-nilai keuniversalannya.

  1. Tipe hukum politik Indonesia

System hukum Indonesia meliputi hukum dasar tertulis dan hukum dasar tidak tertulis. Hukum dasar tertulis Indonesia adalah undang-undang dasar 1945, mengatur penyelenggaraan Negara dan pemerintahan serta jaminan terhadap hak asasi manusia. Ide-ide politik bernegara yang dikandung didalamnya meliputi:

  • Bentuk Negara Indonesia adalah kesatuan(untaris) seperti tertulis dalam pokok pikiran pertama dan alenia 4 pembukaan UUD 1945 serta pasal 1 ayat 1 UUD 1945. Pada pasal 18 ayat 1-7 UUD 1945 ditegaskan bahwa Negara Indonesia menganut Negara kesatuan dengan system desentralisasi.  Negara kesatuan system desentralisaasi adalah bentuk Negara dimana pemerintah pusat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Negara memberikan sebagian kekuasaan kepada daerah-daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Maju mundurnya daerah lebih di tentukan oleh partisipasi rakyat daerah dan kemampuan pemerintahdaerah dan DPRD dalam mengelola daerahnya. Pemerintah pusat tidak lagi memegang seluruh urusan pemerintahan, melainkan hanya urusan yang pokok saja, seperti urusan pemerintahan umum, politik, keuangan dan hubungan luar negeri.
  • Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republic dasar hukumnya adalah pasal 6A, pasal 6A ayat 3 dan pasal 7 UUD 1945. Republic yaitu bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh seorang presiden, menjabat karena dipilih untuk jangka waktu tertentu.
  • System pemerintahan Indonesia adalah presidensial. Dasar hukumnya adalah pasal 4 ayat 1, pasal 17 ayat 1-4 UUD 1945. System pemerintahan presidensial adalah suatu system pemerintahan dimana presiden bertanggung jawab dalam pelaksaan tugasnya kepada parlemen. Pada system ini cabinet yang dipilih presiden tidak dapat dijatuhkan parlemen sewaktu-waktu karena para mentri berperan sebagai pembantu presiden yang diangkat dan bertanggung jawab kepada presiden.
  • Jaminan terhadap hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia secara kodrat sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak asasi manusia bersifaat universal, yakni diberlakukan dengan persepsi yang sama di seluruh dunia.
  1. Ide politik mengenai pemilihan umum Indonesia.

Pelaksanaan pemilihan umum di Indonesia berdasarkan system porposional dengan menggunakan system daftar.

  1. Ide politik mengenai kepartaian Indonesia

Ide politik mengenai kepartaian yang dianut di Indonesia adalh system multi partai. System ini dianggap sangat demokrtatis karena keanekaragaman dalam masyarakat baik dalam suku bangsa, agama, social budaya, ekonomi dan politik tersalurkan dengan baik melalui pembentukan partai politik yang cukup banyak. System ini biasanya digandengkan dengan system pemerintahan parlementer, tetapi di Indonesia system ini digandengkan dengan system pemerintahan presidensiil yang dipandang cukup menjamin stabilitas pemerintahan.

  1. Ide politik mengenai kehidupan social budaya masyarakat Indonesia

Ide politik mengenai kehidupan social budaya masyarakat Indonesia adalah kekeluargaan dan gotong royong. Kekeluargaan merupakan prinsip hidup bersama yang dilandasi sikap saling menghargai, menghormati, dan menyayangi. Gotong royong merupakan prinsip kerjasama masyarakat Indonesia. Penerapan gotong royong sangat nyata ketika masyarakat memelihara kebersihan lingkungan sekitarnya.

  1. Ide politik mengenai perekonomian Indonesia

Ide politik mengenai perekonomian masyarakt Indonesia adalah system ekonomi pancasila yang memperlakukan manusia sebagai  makhluk individu dan social secara seimbang. Hak pribadi diakui tetapi penggunaanya tidak boleh merugikan masyarakat, yang diutamakan adalah kesejahteraan seluruh masyarakat dengan melibatkan peran serta seluruh masyarakat.

Demokrasi ekonomi pancasila miliki ciri-ciri positif yaitu:

–         Perekonomian disusun  sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

–         Cabang-cabang produksi yang paling penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

–         Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya sebagai pokok-pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

–         Sumber kekayaan dan kemakmuran Negara dipergunakan dengan permufakatan lembaga perwakilan.

–         Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang antara daerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayagunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam rangka perwujudan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.

–         Warga Negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi manusia.

–         Hk milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

–         Potensi dan daya kreasi setiap warga Negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Demokrasi ekonomi pancasila miliki ciri-ciri negative yang harus dihindari yaitu:

–         System free fight liberalism yang membutuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain. Dalam sejarahnya system ini menimbulkan kelemahan structural ekonomi nasional dan posisi Indonesia delam perekonomian dunia.

–         System etetisme dalam arti Negara beserta aparatur Negara bersifat  dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sector Negara.

–         Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu  kelompok dalam berbgai bentuk monopoli dan monopsoni yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan social.

Budaya politik tidak hanya menyangkut ide dan gagasan politik, tetapi juga sangat berkaitan dengan sikap dan partisipasi politik. Pengertian sikap politik adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isu-isu.

 

 

(by: heny indriastuti riza fauzi)

Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
1 Komentar »